<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1644">
 <titleInfo>
  <title>Komodifikasi Feminisme pada Film Wonder Woman sebagai Hegemoni Budaya</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PAMELA ANATHASYA KASTANYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Film superhero dalam  satu  dekade  terakhir  menjadi  salah  satu  tren pada   perfilman   Hollywood   dapat   dilihat   dari   banyaknya   produksi   film superherosetiap tahunnya. Kepopuleran dari film bergenre superherodapat digunakan   sebagai   medium   untuk   melakukan   hegemoni   budaya   oleh Hollywood dan Amerika, salah satunya adalah film Wonder Woman. Peneliti melakukan   penelitian   untuk   melihat   bagaimana   film Wonder   Womandigunakan  sebagai  medium  hegemoni  budaya  melalui  konteks  feminisme didalamnya  dengan  menggunakan  teori  hegemoni  yang  diperkenalkan  oleh Antonio  Gramsci.  Adapun  penelitian  berikut  bersifat  kualitatif  interpretatif dengan menggunakan analisis wacana kritis oleh Norman Fairclough sebagai metode analisis data. Penelitian dilakukan dengan menjabarkan tiga dimensi yang dicetuskan oleh Norman Fairclough pada kajian mikro dan makro yang dikenalkan oleh Antonio Gramsci. Hasil penelitian yang ditemukan pada kajian mikro  adalah  penggunaan  elemen  yang  menampilkan  nilai  feminisme  pada film Wonder  Womansesuai  dengan  ciri  khas  film  produksiHollywood. Sementara  pada  kajian  makro  peneliti  menemukan  bahwa  feminisme  yang ditampilkan pada film Hollywood adalah feminisme yang telah dikomodifikasi agar dapat digunakan sebagai medium untuk melakukan hegemoni budaya.&#13;
Kata kunci:Wonder Woman, hegemoni budaya,komodifikasi, Feminisme, Hollywood, Amerika</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>international relations</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>skripsi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <name>PAMELA ANATHASYA KASTANYA</name>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.IR.033.2019</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S100015SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>LSPR Sudirman Park</sublocation>
    <shelfLocator>S1.IR.033.2019</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1644</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-17 17:01:07</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-22 14:57:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>